JAKARTA — Kepedulian terhadap korban gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berdatangan. Andy Opa Gaul, YouTuber sekaligus pendiri Yayasan Peduli Cinta Indonesia (YPCI) yang berkantor pusat di Tabanan, Bali, menyiapkan 1.000 paket sembako untuk membantu warga terdampak.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, membuat sejumlah warga mengaku belum mendapatkan bantuan. Kondisi tersebut mendorong Andy Opa Gaul bersama YPCI dan para relawan untuk turun langsung membantu masyarakat yang terdampak.
Sebanyak 1.000 paket sembako yang terdiri dari beras, gula, dan minyak goreng disiapkan untuk disalurkan kepada warga. Proses pengiriman bantuan dilakukan bersama para relawan yang tergabung dalam Forum Pemuda NTT. Tim bantuan telah bergerak dari Bali menuju Flores melalui jalur laut sejak Minggu, 23 Agustus 2026.
Andy Opa Gaul mengatakan dirinya bersama Ketua Umum Forum Pemuda NTT akan terbang dari Jakarta menuju Labuan Bajo pada 27 Agustus 2026. Selanjutnya, pada 28 Agustus, mereka bersama tim dan relawan akan bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan.
“Jadi tanggal 27 nanti Opa bersama Ketua Umum Forum Pemuda NTT akan terbang ke Labuan Bajo dulu. Setelah itu, besoknya Opa bersama tim dan para relawan akan bergerak untuk membagikan sembako ke wilayah terdampak gempa di Flores, NTT,” ungkap Andy Opa Gaul saat dikonfirmasi di kediamannya di Jakarta.
Bantuan yang dibawa tidak hanya berupa sembako. Pria berusia 71 tahun asal Binjai, Medan, tersebut juga menyiapkan ribuan dus makanan ringan “Opa Cake”, ratusan pakaian layak pakai, puluhan terpal, serta ratusan dus air mineral.
Seluruh bantuan tersebut nantinya akan dibagikan kepada warga yang masih bertahan di posko-posko pengungsian dan wilayah yang membutuhkan bantuan.
Sementara itu, Ketua Forum Pemuda NTT Bali, Kristianus Arthur Bali, didampingi Wakil Ketua Alfred Salimberd Boru dan Humas Putu Ama Lay, menegaskan bahwa perjalanan panjang bukan alasan untuk berhenti membantu.
“Kami yang berada di tanah rantau merasa terpanggil untuk ikut meringankan beban saudara-saudara kami di Flores. Solidaritas tidak mengenal jarak. Ketika Flores berduka, Bali ikut merasakan,” ujarnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga di tengah kondisi pascagempa. Meski tidak serta-merta menghapus kesedihan yang dirasakan para korban, kepedulian dan kehadiran para relawan diharapkan menjadi penyemangat bagi masyarakat Flores untuk tetap kuat dan bangkit.(*)
