Ribuan Warga Alor Ikuti Pawai “Pray for Flores”, Doa dan Donasi untuk Korban Gempa




Zonalinenews.com - Kalabahi. Ribuan warga Kabupaten Alor mengikuti pawai kemanusiaan “Pray for Flores”, Selasa (18/8/2026) sore. Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas masyarakat Alor bagi saudara-saudara di Flores yang terdampak bencana gempa.


Pawai dimulai sekitar pukul 15.00 WITA, dari depan Gereja Paroki Yesus Gembala Yang Baik, Lipa, Kecamatan Teluk Mutiara, dan berakhir di Lapangan Mini Kalabahi. Rombongan peserta dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si.


Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian. Mereka terdiri dari pelajar tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan MA se-Kecamatan Teluk Mutiara, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalabahi, jajaran Pemerintah Kabupaten Alor, perangkat daerah, TNI-Polri, 15 paguyuban, organisasi kemasyarakatan serta masyarakat umum.


Peserta berjalan dengan mengenakan pakaian bernuansa hitam atau gelap. Puluhan kontingen membawa spanduk dan baliho bertuliskan “PRAY FOR FLORES”.


Pawai berlangsung tanpa marching band maupun atraksi. Kesederhanaan tersebut justru membuat suasana semakin khidmat. Langkah ribuan peserta menjadi simbol kepedulian dan empati masyarakat Alor terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.


Selain mengikuti pawai, peserta dan masyarakat juga secara sukarela memberikan donasi. Bantuan dikumpulkan sepanjang rangkaian kegiatan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat yang terdampak.


Menjelang matahari terbenam, ribuan peserta tiba di Lapangan Mini Kalabahi. Suasana yang sebelumnya ramai perlahan berubah menjadi hening dan khidmat.


Sebelum lilin dinyalakan, kegiatan diawali dengan doa lintas agama. Pendeta, romo, pemuka Hindu dan ustaz secara bergantian memimpin doa.


Doa dipanjatkan untuk keselamatan para korban, kekuatan bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga, serta ketabahan bagi masyarakat Flores dalam menghadapi dampak bencana.


Setelah doa lintas agama, ribuan lilin kemudian dinyalakan. Cahaya lilin menerangi Lapangan Mini Kalabahi ketika senja perlahan berganti malam. Doa dipimpin secara bergantian oleh Pdt. Simon Petrus Amung dari Kristen Protestan, I Made Warta dari Parisada Hindu Dharma Indonesia, Marjuki Kalake dari umat Muslim, dan RD Ambros B. Ladjar dari umat Katolik. Keempat tokoh agama tersebut bersama ribuan peserta membawa satu harapan: agar masyarakat Flores yang terdampak bencana diberi kekuatan, keselamatan dan pemulihan.


Suasana semakin mengharukan saat seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu " Ibu Pertiwi”. Suara ribuan orang berpadu menjadi ungkapan duka sekaligus harapan bagi masyarakat Flores.


Solidaritas tersebut tidak berhenti pada doa. Dari kegiatan penggalangan dana, terkumpul donasi uang sebesar Rp60.048.500 serta pakaian anak-anak dan orang dewasa sebanyak satu koper besar.


Jumlah tersebut disampaikan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, S.H., M.H., didampingi Sekda Alor Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Alor Obeth Bolang, S.Sos., M.A.P.


Menurut Rocky Winaryo, seluruh donasi uang dan bantuan pakaian tersebut telah diserahkan kepada BPBD Kabupaten Alor untuk selanjutnya dikirimkan kepada masyarakat terdampak bencana di Flores.


Aksi “Pray for Flores” memperlihatkan bahwa solidaritas masyarakat Alor hadir dalam berbagai bentuk. Pelajar, mahasiswa, pemerintah, TNI-Polri, paguyuban, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat umum berdiri bersama dalam satu barisan kemanusiaan.


Dari Alor, doa dilangitkan. Dari Alor, bantuan diulurkan.


Pawai ini  menjadi pengingat bahwa meskipun Alor dan Flores dipisahkan oleh laut, rasa persaudaraan dan kepedulian tetap menyatukan masyarakat Nusa Tenggara Timur.(*Aty)