Wagub NTT dan Sekda Alor Hadiri Wisuda 67 Sarjana STKIP Muhammadiyah Kalabahi


 KALABAHI - ZONA LINE NEWS.

Pembacaan Surat Keputusan (SK) dan pengukuhan 67 lulusan Sarjana (S-1) STKIP Muhammadiyah Kalabahi Angkatan VII Periode Genap Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung khidmat di Aula Hotel Symphoni Kalabahi, Senin (31/8/2026).

Sebanyak 67 lulusan dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Matematika resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Penetapan tersebut tertuang dalam SK Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi Nomor: 188/KEP/III.3/AU/F/2026 tertanggal 31 Agustus 2026.

Prosesi wisuda diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori’ Syafiq Saifulmillah Makang dan saritilawah oleh Siti Zubaida Mau.

Wisuda Angkatan VII tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Irjen Pol (Purn.) Dr. Drs. Johni Asadoma, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Melkisedek Beli, S.Sos., M.Si., serta sejumlah undangan lainnya.

Hadir pula Sulaiman Mario, S.E., M.M., perwakilan Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd., Ketua Senat Ismail Kamal Bink, M.Pd., unsur Forkopimda, pimpinan OPD, BUMN dan BUMD, camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh perempuan Muhammadiyah.

Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawanhn dan wisudawati.

Ia menegaskan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi momentum berakhirnya satu tahap perjuangan sekaligus awal perjalanan yang lebih besar.

Muhammad Abdullah juga menyampaikan sejumlah capaian kampus, termasuk keberhasilan memperoleh akreditasi institusi dengan predikat Baik Sekali.

Di bidang penelitian, sebanyak enam dosen pada 2026 berhasil memperoleh pendanaan hibah penelitian BIMA. Ia juga menyebutkan kualitas sumber daya dosen terus diperkuat, dengan para dosen berpendidikan S2 dan dua orang telah menyelesaikan pendidikan S3 atau doktor.

Kepada para alumni, ia berpesan agar menjadi lulusan yang berintegritas, jujur, bertanggung jawab, disiplin, pekerja keras serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

“Jadikan ilmu yang saudara peroleh sebagai sarana untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” pesannya.

Muhammad Abdullah juga mengungkapkan bahwa selama tiga tahun berturut-turut 88 persen alumni STKIP Muhammadiyah Kalabahi telah terserap di Pemerintah Kabupaten Alor.


Sementara itu, Sekda Alor Melkisedek Beli dalam sambutannya menyampaikan dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Alor.

“Jika pada tahun 2025 ada 24 sekolah yang direvitalisasi, maka pada tahun 2026 ini Kabupaten Alor mendapatkan alokasi untuk 108 sekolah dari pemerintah pusat. Rinciannya meliputi 61 PAUD, 37 SD, dan 10 SMP melalui program digitalisasi dan revitalisasi,” terang Melkisedek.

Ia mengingatkan para wisudawan bahwa pengukuhan sebagai sarjana bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk mengabdi kepada masyarakat, daerah, bangsa dan negara.

“Jangan berhenti belajar. Pengetahuan tanpa integritas akan kehilangan arah, dan gelar tanpa kompetensi sulit membawa perubahan. Mulai besok masyarakat akan menilai makna gelar saudara. Jadilah lulusan yang hadir membawa solusi, bukan persoalan; yang menciptakan harapan, bukan ketergantungan,” tegasnya.

Wagub NTT Johni Asadoma mengingatkan para wisudawan agar tidak cepat merasa puas karena perjalanan setelah wisuda masih panjang.

“Ini belum sampai tujuan sehingga tidak boleh merasa puas. Tantangan di depan Anda sangat besar dan berat,” ujar Johni.

Ia mendorong para lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman, termasuk penguasaan teknologi informasi, kecerdasan buatan, kemampuan berkomunikasi atau public speaking, serta bahasa Inggris.

“Miliki pengetahuan dan keterampilan khusus yang dibutuhkan dunia saat ini, seperti teknologi informasi, kemampuan berkomunikasi, artificial intelligence, dan kuasai bahasa Inggris,” lanjutnya.

Johni juga mendorong alumni untuk memanfaatkan peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 melalui berbagai program beasiswa.

Selain itu, para lulusan diminta jeli melihat potensi sumber daya alam Kabupaten Alor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan hingga pariwisata.

Ia mengajak alumni berani memulai usaha dari skala kecil, hidup hemat, konsisten dan memiliki mental pantang menyerah dalam membangun daerah.

Kehadiran Johni Asadoma bersama istri dalam prosesi wisuda menjadi bentuk dukungan terhadap para mahasiswa yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya. Ia tetap menyempatkan diri hadir meski baru menyelesaikan kunjungan kerja kemanusiaan untuk meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa di Flores.

Wisuda Angkatan VII ini menjadi momentum bagi 67 lulusan untuk memasuki tahap baru kehidupan, dengan membawa bekal ilmu pengetahuan, kompetensi dan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah.(Marliati Sy Kamran)