Wakili Gubernur NTT, Zet Soni Libing Hadiri Penahbisan Gedung Gereja GMIT Betlehem Kalabahi


 ZONA LINE NEWS.COM - KALABAHI 

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Zet Soni Libing, mewakili Gubernur NTT Melkisedek Laka Lena menghadiri acara peresmian dan penahbisan Gedung Gereja Jemaat GMIT Betlehem di Kalabahi, Kabupaten Alor, Rabu (3/9/2026).

Kehadiran Zet Soni Libing yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTT 

ini disambut hangat oleh seluruh jajaran Majelis

Jemaat, tokoh agama, serta pemerintah daerah setempat. Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Sinode GMIT, Bupati Alor, Ketua DPRD, Forkopimda Kabupaten Alor, serta para pendeta se-Tribuana.

Dalam sambutannya, Zet Soni Libing menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan gedung gereja yang memakan waktu hingga 14 tahun lebih. Ia menekankan bahwa gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol iman dan kekuatan rohani bagi umat.

"Gereja yang telah dibangun ini bukan sekedar tumpukan batu dan semen, tetapi bukti nyata dari iman, pengorbanan, dan gotong royong Jemaat GMIT Betlehem. Ini adalah rumah doa yang menjadi sumber kekuatan rohani bagi umat Kristen di Kalabahi dan sekitarnya," ujar Zet Soni.

Selain itu, Zet Soni juga menyoroti pentingnya kerukunan antarumat beragama. Ia mengapresiasi solidaritas masyarakat Kabupaten Alor yang telah menyalurkan bantuan dan menggelar aksi doa untuk korban bencana gempa bumi di Flores beberapa waktu lalu. Bagi dia, sikap tersebut mencerminkan visi "NTT Bangkit" yang tidak hanya fokus pada infrastruktur ekonomi, tetapi juga pembangunan karakter manusia yang beriman dan bertakwa.

"Pemerintah Provinsi menyadari bahwa gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membentuk masyarakat yang damai, jujur, dan penuh kasih. Saya berharap gedung ini menjadi tempat di mana nilai-nilai kasih Kristus menjadi nyata dalam melayani sesama dan menjaga persaudaraan," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Gereja GMIT Betlehem Lipa, Pdt. Elihut Pandu, S.Th., menceritakan perjalanan panjang jemaat hingga memiliki gedung permanen. Bermula dari persekutuan kecil di teras rumah, jemaat akhirnya berhasil mengumpulkan dana dan tenaga untuk membangun gereja.

Pdt. Elihut mengungkapkan, setiap batu yang tersusun merupakan saksi bisu dari doa-doa malam dan keringat para tukang serta ketekunan jemaat yang setia memberikan persembahan meski dalam keterbatasan ekonomi.

"Atas nama seluruh jemaat, saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemkab Alor, Sinode GMIT, para donatur, serta para tukang yang telah berdedikasi. Tanpa dukungan semua pihak, mimpi ini tidak akan terwujud," kata Pdt. Elihut.

Berdasarkan laporan Ketua Panitia, Veriyanto Padabain, peletakan batu pertama dilakukan pada Senin, 28 Mei 2012. Total dana yang habis untuk pembangunan gedung gereja mencapai Rp3.961.622.500 (Tiga Miliar Sembilan Ratus Enam Puluh Satu Juta Enam Ratus Dua Puluh Dua Ribu Lima Ratus Rupiah).

Momen bersejarah ini juga ditandai dengan peluncuran buku sejarah berjudul "Kisah Lepra Menuju Betlehem: Sejarah Jemaat GMIT Betlehem Kalabahi". Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Yohanes Ena Blegur, S.Th., secara resmi meluncurkan buku tersebut melalui pemukulan gong.

Buku yang disusun oleh tim penulis yang dipimpin Hans Beriluky ini mengabadikan perjalanan jemaat dari masa sulit hingga kini. Turut hadir dalam tim penulis antara lain Andreas Saitakela, Antonius A. Saitban, Soleman K.I.J. Kolimon, Alboin Selly, dan Sofiana Idaleta B. Moyah-Berepalay.

Acara penahbisan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan doa syukur bersama untuk keberkahan pelayanan Jemaat GMIT Betlehem Kalabahi ke depannya (Marliati Sy Kamran)